MENU Jumat, 12 Jul 2024

Celoteh Komentator MotoGP, Bengisnya Marc Marquez Takkan Hilang, Bagnaia Pasti Tahu dari Rossi

waktu baca 4 menit
Selasa, 25 Jun 2024 16:04 0 10 temponews.co.id

Temponews.co.id – Sifat kalem Francesco Bagnaia saat mengetahui Marc Marquez akan menjadi rekan setimnya di Ducati Lenovo diyakini hanya omong kosong belaka.

Bagnaia menyambut hangat kedatangan Marquez yang diresmikan pada awal bulan Juni 2024 ini.

Juara dunia dua kali itu menganggap kehadiran Marquez tidak akan mengubah keharmonisan yang sudah terjadi di paddock Ducati.

Tak hanya itu, Bagnaia menganggap dirinya dan Marquez akan bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan tim pabrikan asal Borgo Panigale itu.

“Dia (Marquez) akan berkontribusi dengan pengalamannya dan itu akan berguna untuk pengembangan,” tegas Bagnaia, Rabu (5/6/2024).

“Sejujurnya, itu tidak mengubah banyak hal bagi saya. Saya bekerja untuk diri saya sendiri dan kru tim saya.”

“Hal terpenting adalah menjaga iklim kondusif di dalam paddock dan saya yakin bahwa nanti itu tidak akan banyak berubah.”

“Anda akan selalu menginginkan hal lebih, yang paling optimal. Itulah mengapa ada dua pembalap yang bekerja untuk tujuan yang sama.”

“Dia yang menang menjadi tidak ramah. Jika saya menjadi salah satu yang lainnya, maka saya tidak akan peduli,” kata Bagnaia.

Baca Juga: Ketabahan Marc Marquez Disorot Pengamat MotoGP, Motor Butut Honda Tak Bisa Bunuh Bakat Dewa

Pernyataan tersebut disangkal oleh komentator MotoGP, Matthew Birt.

Birt mengatakan kepada Foxsports bahwa dengan adanya Marquez sebagai rekan setim tentu akan berbeda jika dibandingkan saat Bagnaia bersama Jack Miller atau Enea Bastianini.

“Pecco selalu menjagokan Jack dan Enea sebagai rekan setimnya karena dia tahu bahwa dia memiliki dua orang itu,” ujar Birt dilansir BolaSport.com dari Crash.net.

“Tapi Marc… Anda berbicara tentang permainan yang berbeda.”

“Pecco selalu berbicara tentang lingkungan yang harmonis di garasi Ducati… apakah bisa harmonis ketika Anda menjadi rekan satu tim dengan Marc Marquez?,” kata Birt dengan kritis.

Menurut Birt, Bagnaia pasti sudah mengetahui dari Valentino Rossi soal rivalitas gurunya itu dengan Marquez pada masa lalu.

Dia meyakini bahwa di antara Bagnaia dan Rossi sudah ada perbincangan mengenai Marquez.

“Pecco pasti tahu sejarah antara Marc dan Valentino (Rossi), dan saya yakin sudah ada pembicaraan antara sang guru dan muridnya,” kata Birt.

“Saya yakin Rossi pernah mengatakan (kepada Bagnaia) ‘lihat, orang ini (Marquez) akan mencoba mengacaukanmu’, karena itulah yang dilakukan Marc terhadap rekan setimnya,” ujar Birt.

Namun, Bagnaia tentunya akan membuktikkan bahwa ia akan mampu mengalahkan Marquez saat menunggangi motor yang sama.

“Pecco akan menerima hal ini sekarang, karena dia tahu bahwa jika dia mengalahkan Marquez dalam beberapa tahun ke depan, dia akan dianggap sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa,” tutur Birt.

“Meskipun ia (Bagnaia) sempat ragu memiliki Marc sebagai rekan setimnya, ia juga akan melihat ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan betapa hebatnya dirinya.”

“Ketika Anda melihat nama-nama yang ada dalam daftar kemenangan dan kejuaraan sepanjang masa, ia sudah sangat dihormati, tetapi jika ia mengalahkan Marc dengan motor yang sama di tim yang sama, angkat topi untuknya.”

“Anda harus angkat topi untuknya, karena itu akan menunjukkan bahwa dia benar-benar hebat sepanjang masa,” ucap Birt.

Birt juga meyakini bahwa Marquez akan sama bengisnya dengan Marquez yang dulu sejak bergabung dengan Ducati.

Apalagi Marquez telah kembali ke performa terbaiknya usai sempat terhambat dalam beberapa musim terakhir bersama Honda.

“Saya rasa sifat bengisnya tidak pernah hilang dari dirinya, ia (Marquez) hanya tidak cukup kompetitif untuk kita lihat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Birt.

Baca Juga: Efek Lelah di Honda dan Menua, Marc Marquez Rela Bakar Uang Habis-habisan untuk Jadi Juara MotoGP

“Marc adalah salah satu yang paling cerdas dan paling cerdas dalam memainkan semua aspek permainan, perang psikologis.”

“Dia mengambil kendali penuh atas pasar pembalap. Dia mengalahkan seluruh pembalap dan memojokkan Ducati.”

“Dalam waktu 24 jam Marc telah membalikkan keadaan menjadi menguntungkannya,” ujar Birt.

Birt menambahkan soal keputusan Ducati melepas dua pembalap muda, Jorge Martin dan Enea Bastianini demi Marquez adalah keputusan cerdas.

“Bagi Ducati, godaan untuk bekerja sama dengan Marquez dan melihat apa yang bisa dia lakukan di tim pabrikan terlalu besar, dan risiko kehilangan dia,” ujar Birt.

“Mereka telah melihat data yang tidak dimiliki oleh kami semua dan melihat betapa bagusnya dia di atas motor yang baru berumur satu tahun, dan berpikir ‘kami tidak bisa tidak melepasnya’.”

“Ducati lebih senang melepas Jorge Martin dan Enea Bastianini, karena membiarkan pembalap sekelas dia (Marquez) pergi ke pabrikan lain ketika Anda tahu betapa bagusnya dia akan menjadi hal yang konyol,” pungkas Birt.

klik77win.com
gaskan888win.com
laju777a.com
juara88a.org
lion777a.com
kawan77.live
kakek1234.com
daun777.live
jp999.pro
liga77.live
asian4da.com
jos77a.org
istana77win.com
tiktok888a.com
pay777win.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA